Rabu, 22 April 2015

Paper
NAMA               : KHAIRIS AKLIMA
NIM                  : 140501100
UNIT / JUR      : 3 / SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
KELOMPOK      : 5

PERANG-PERANG PADA ZAMAN RASULULLAH SAW
Sewaktu awal perkembangan islam, Nabi Muhammad SAW tidak mau menghadapi agresi musuh islam pada medan perang. Berikut ini beberapa perang yang dipimpin langsung oleh langsung Nabi Muhammad SAW, yaitu:

1.      Perang Badar ( 17 Ramadhan 2 H )

Perang Badar terjadi di Lembah Badar, 125 km Selatan Madinah. Perang Badar l terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun 2 Hijrah. Peristiwa ini di latarbelakangi oleh tindakan Kirz bin Al-Fahri yang menyerang penduduk Madinah. Perang Badar merupakan puncak pertikaian antara kaum muslimin Madinah dan musyrikin Quraisy Mekah. Peperangan ini disebabkan oleh tindakan pengusiran dan perampasan harta kaum muslimin yang dilakukan oleh musyrikin Quraisy.

Kaum muslimin memang tidak berkumpul dalam jumlah besar dan tidak melakukan persiapan sempurna. Mereka hanya memiliki dua ekor kuda milik Zubair bin Awwam dan Miqdad bin Aswad al-Kindi. Disamping itu, mereka hanya membawa tujuh puluh onta yang dikendarai secara bergantian. Setiap onta untuk dua atau tiga orang. Rasulullah sendiri bergantian mengendarai onta dengan Ali dan Murtsid bin Abi Murtsid Al-Ghanawi.


Perang Badar

2.      Perang Uhud

Perang Uhud terjadi di Bukit Uhud. Perang Uhud di latarbelakangi oleh kekalahan kaum Quraisy pada Perang Badar sehingga timbul keinginan untuk membalas dendam kepada kaum muslimin. Pasukan Quraisy yang di pimpin Khalid bin walid mendapat bantuan dari kabilah Saqib, Tihamah, dan Kinanah. Nabi Muhammad SAW segera mengadakan musyawarah untuk mencari strategi  perang yang tepat dalam menghadapi musuh.


Perang Uhud



3.      Perang  Tabuk ( 9 H )

Perang ini terjadi di kota Tabuk, yaitu perbatasan antara Semenanjung Arabia dan Syam ( Suriah ). Adanya peeristiwa penaklukan kota Mekkah membuat seluruh Semenanjung Arabia berada di bawah pimpinan Nabi Muhammad SAW. Melihat kenyataan itu, membuat Heraklius penguasa Romawi Timur, menyusun pasukan beesar untuk menyerang kaum muslimin.

Pasukan muslim kemudian menyiapkan diri dengan menghimpun kekuatan yang besar karena pada masa itu banyak pahlawan islam yang menyediakan diri untuk berperang bersama Nabi Muhamad SAW.


Perang Tabuk

4.      Perang Mut’ah

Perang Mut’ah terjadi karena Haris al-Ghassani hijrah, menolak penyampaian wahyu dan ajakan masuk islam yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Penolakan ini disampaikan dengan cara membunuh utusan Nabi Muhammad SAW yang bernama al-Harits bin Umair. Pertempuran Mut’ah ini terjadi tada 629 M atau 5 Jumadil Awal 8 H, di dekat kampung yang bernama Mut’ah, di sebelah Timur Sungai Yordan dan al-Karak.


Perang Mut’ah
5.      Perang Ahzab

Perang Ahzab ini berlaku pada bulan Syawal tahun 5 hijrah bersamaan 627 Masehi. Dinamakan perang Ahzab karena perang ini menghimpunkan banyak suku yang telah bersekutu ( Ahzab ) untuk menyerang orang islam di Madinah. Dinamakn juga perang khandak ( Parit ) karena tentara islam telah menggali parit disekeliling kota Madinah untuk menghalang tentara musuh dari menceroboh dan menyerang Madidah. Dengan bantuan Allah, tentara islam telah mendapat kemenangan walaupun jumlah gabungan tentara Mekkah lebih besar.


Perang Ahzab

6.      Perang Hunain ( 8 Safar 8 H )

Perang Hunain berlangsung antara kaum muslim dengan kaum Quraisy yang terdiri dari Babi Hawazin, Bani Saqif, Bani Nasr, dan Bani Jusyam. Perang ini terjadi di Lembah Hunain, sekitar 70 km dari Mekkah. Perang Hunain merupakan balas dendam kaum Quraisy karena peristiwa Fath al-Mekkah.  Pada awalnya pasukan musuh berhasil mengacaubalaukan  pasukan islam sehingga banyak pasukan islam yang gugur. Nabi Muhammad SAW kemudian menyemangati pasukannya dan memimpin langsung peperangan. Pasukan muslim akhirnya dapat memenangkan pertempuran tersebut.


Perang Hunain